12/07/2020 New Normal
Dulu ku kira kau yang terbaik, namun sekian lama bertahan..
ketidaknyaman, ketidaktenangan dan ketidakcocokan itu mulai muncul.
mimpi buruk yang selalu menghampiri untuk beberapa kali juga menghantui..
ku kira hanya sebatas bunga tidur tanpa makna
namun pada akhirnya ku maknai sebagai petunjuk dan keputusan
ya...baru ku sadari waktu memberikan bukti bahwa rencana atau keinginan tidak akan berjalan dengan sendirinya
baru ku sadari bahwa yang terbaik belum tentu menjadi yang terbaik menurut-Nya dan dia (alm)
Singkatnya setelah pelukan yang salah itu ku sadari
akhirnya aku memutuskan untuk menyendiri,
ia orang berbeda yang lebih dulu ku kagumi dan ingin ku miliki...
namun tak pernah menjadi bagian dari hati..
saat ini malah menyakiti
apa ini yang dinamai sebuah penantian yang tak pasti
ahhaha sebuah syair yang menarik untuk dilanjuti
dari nya aku belajar arti menanti
dari nya aku juga belajar menyendiri
melawan ego dan juga intropeksi diri
untuk berkata jujur..
ku rasa hanya sebatas halu yang melantur
Merry's Blog
Inspirative and inovative about me. have any information and tips for you :)
Minggu, 12 Juli 2020
Rabu, 13 Mei 2020
THE STOCK TRADING SECRET
Name : Merry Ayu Gestuti
NPM : 166120100....
#Stock Trading Secret
Investor and trader are different. Its look from:
Investor looking uptrends. It’s because investor have a purpose get profit in the for long term
trader looking for sideways. It’s Because trader want a short term gain/profit . traders need volatility. So trader need a technical analysis. That is have a characteristic like statistic that have a error or wrong prediction but it is so reasonable. So if the traders got wrong prediction, they can’t stuck in the uptrends. Because uptrends ussualy will be downtrends. So all the increase it have the potention to decrease.
#Stock Trading Secret
How to treat a stock ?
Because the trader looking for sideways, so the trader should to see the form of the structure from every stock. For example ASII’s stock, some of investor doen’t like stock like that. Because they will spend their time into stuck price.
So, how to know if the stock is downprice or over price ? So wee need the indicator its called Bollinger bands. find price that crossing down lower band, it called confirmation, then wait for golden cross which is when price crossing up middle band, its the entry point and that means you good to enter the market, open buy position, next, wait for price crossing up the upper band, and thats the signal to sell your stock and exit the market.
Name : Merry Ayu Gestuti
NPM : 166120100....
#Stock Trading Secret
Investor and trader are different. Its look from:
Investor looking uptrends. It’s because investor have a purpose get profit in the for long term
trader looking for sideways. It’s Because trader want a short term gain/profit . traders need volatility. So trader need a technical analysis. That is have a characteristic like statistic that have a error or wrong prediction but it is so reasonable. So if the traders got wrong prediction, they can’t stuck in the uptrends. Because uptrends ussualy will be downtrends. So all the increase it have the potention to decrease.
#Stock Trading Secret
How to treat a stock ?
Because the trader looking for sideways, so the trader should to see the form of the structure from every stock. For example ASII’s stock, some of investor doen’t like stock like that. Because they will spend their time into stuck price.
So, how to know if the stock is downprice or over price ? So wee need the indicator its called Bollinger bands. find price that crossing down lower band, it called confirmation, then wait for golden cross which is when price crossing up middle band, its the entry point and that means you good to enter the market, open buy position, next, wait for price crossing up the upper band, and thats the signal to sell your stock and exit the market.
Jumat, 14 Februari 2020
Sajak-sajak dalam bayangan
Aku menyukai setiap bait sajaknya
Kedewasaan itu tertuang jelas disetiap kata demi katanya
Tak usik kadang segelincir senyum kecil penuh angan terlukis saat meresapinya
Kadang pula kegelisahan menghampiri pada kata penuh maknanya
Ya
Selain menyukai kedewasaan itu.
Aku mengaguminya
Ia yang di ruang berbeda namun diwaktu yang sama ..
Kadang dingin penuh arti.
Kadang membatu namun penuh kasih.
Aah aku...
Aku yang mengangumimu sekarang, esok hari dan saat nanti.
Cipt. Merry A.G
27 Jan
Kau yang ada dalam lamunku
Mengingatkan ku pada kita yang tak pernah satu
Entah apa yang membuat kita seperti lika liku yang tak berujung
Namun, sejauh ini..
Hanya raga yang saling mengasihi.
Hanya kumpulan kata2 yang saling menyapa
Hanya kerinduan yang mengangkasa
Kau yang saat ini jauh dari harapan..
Aku tlah diujung perjalanan.
Cipt.Merry. 27 jan
Ada yang bilang bahwa cinta tak harus memiliki.
Ada yang bilang bahagia nya bahagia ku pula
Ada yang bilang pabila kau sangat mencintainya kau harus relakan nya.
Ada yang bilang bahagia nya bahagia ku pula
Ada yang bilang pabila kau sangat mencintainya kau harus relakan nya.
Hal itu, tak dapat dipungkiri lagi.
Berbagai presepsi dunia hanya ingin terlihat baik-baik saja.
Namun apakah mungkin hati akan berdamai pada kalimat itu
Berbagai presepsi dunia hanya ingin terlihat baik-baik saja.
Namun apakah mungkin hati akan berdamai pada kalimat itu
Apakah pikiran dan memorial akan tenang dengan kondisi itu.
Apakah hari mu kan senyaman seperti waktu kau bersama dengan nya.
Aku yang tlah merasakan saat saat itu..
Mendadak seolah dunia tak berdamai denganku
Mendadak
Seolah-olah dunia tak berpihak padaku
Hanya bungkam menjadi pilihan satu-satunya.
Cipt. Merry
:')
Seolah-olah dunia tak berpihak padaku
Hanya bungkam menjadi pilihan satu-satunya.
Cipt. Merry
:')
Kamis, 27 April 2017
KEBIJAKAN-KEBIJAKAN
PEMERINTAH DALAM SEKTOR PERTANIAN
A. Kebijakan dalam membatasi jumlah produksi
Untuk menjaga agar produksi
tidak mencapai tingkat yang berlebihan sehingga
menimbulkan masalah yang meyebabkan kemerosotan
pendapatan produsen hasil pertanian, pemerintah dapat membatasi jumlah produksi
yang dibenarkan dicapai para produsen. Kebijakan membatasi produksi, kalau
dibandingkan dengan penetuan produksi secara pasar bebas menimbulkan dua macam
perubahan berikut:
1. Harga barang naik, tetapi
2. Jumlah yang boleh diproduksi
dan dijual para petani berkurang.
Apabila
permintaan bersifat tidak elastic, maka kebijakan membatasi produksi akan
menaikkan pendapatan para petani. Maka dapatlah dibuat kesimpulah, bahwa
kebijakan membatasi jumlah produksi dengan tujuan untuk menaikkan pendapatan
para petani akan mencapai sasaran apabila permintaan terhadap barang yang
dibatasi produksinya adalah bersifat tidak elastic (Sadono Sukirno;132-133).
B.
Kebijakan Menstabilkan
Harga pada Keseimbangan Pasar
Dalam kebijakan ini yang
diusahakan pemerintah adalah”didalam jangka panjang, tingkat harga adalah sama
dengan harga keseimbangan yang ditentukan oleh pasar bebas”. Jadi, pada
hakekatnya pemerintah berpendapat bahwa harga yang ditentukan oleh pasar bebas
sudah wajar dan tidak perlu diubah. Yang diusahakan pemerintah adalah agar
dalam jangka panjang harga yang tetap dapat dipertahankan.
Bagaimana kebijakan ini kepada
pendapatan para petani?adakah akan stabil?ternyata tidak. Kebijakan ini hanya
menstabilkan harga, sedangkan pendapatan para petani menjadi tidak stabil. Pada
waktu produksi tinggi, pendapatan petani juga tinggi dan pada waktu produksi
rendah, maka pendapatan petani juga rendah.
Untuk menstabilkan pendapatan
para petani, maka kebijakan jual beli pemerintah haruslah membuat perubahan
terhadap harga pada presentasi yang sama dengan perubahan produksi. Sekiranya
produksi naik 10% maka harga harus diturunkan 10% juga dan sekiranya produksi turun
10% maka pemerintah juga harus menaikkan harga sebesar 10%. Dengan demikian,
sesudah pemerintah melakukan campur tangan, elastisitas permintaan yang
dihadapi petani haruslah bersifat uniter. Untuk mencapai tujuan ini maka
tingkat harga perlu disesuaikan dengan perubahan produksi.
Kebijakan menstabilkan harga
tidaklah harus dilakukan secara kaku, tetapi perlu dibuat secara lebih
fleksibel sampai batas – batas tertentu, perlu terdapat kebebasan perubahan
harga. Hal ini menghindari pihak – pihak swasta/lain yang akan mengambil
keuntungan dari kesulitan – kesulitan yang di alami oleh para petani kedelai.
C. Penetapan Harga Minimum (floor price)
Harga
minimum atau harga dasar merupakan batas seberapa rendah harga dapat dikenakan
pada suatu produk melalui kesepakatan bersama atau ketentuan pemerintah. Supaya
harga dasar bisa efektif, maka harga dasar harus lebih besar dari harga
equilibrium. Kebijakan harga dasar dapat biasa digunakan pada saat ditemukan
kapasitas produksi di pasar terlalu sedikit sehingga kuantitas barang beredar
di pasar lebih rendah dari permintaan pasar, hal ini dikarenakan terlalu rendah
nya harga jual yang ada di pasar, sehingga selisih harga produksi dengan harga
jual pasar terlalu kecil, hal ini menyebabkan produsen takut untuk memperbanyak
kapasitas produksi mereka dikarenakan harga jual yang rendah dan supplier
cenderung menyimpan barang mereka menunggu harga pasar pulih kembali. oleh
karena itu dalam situasi seperti ini pemerintah biasa nya menetapkan harga
dasar. harga dasar yang ditetapkan akan berada di atas harga equilibrium
pasar, namun pada saat kebijakan ini
dijalankan, ada beberapa efek samping nya, terutama pada sisi konsumen,
konsumen akan diberatkan pada naik nya atau tinggi nya harga suatu produk yang
dikenakan harga dasar tersebut, mereka harus membayar lebih mahal. sementara
itu, dari sisi produsen atau pun supplier, mereka akan mendapatkan jaminan atas
harga yang lebih tinggi dari sebelum nya, sehingga ada keamanan untuk
meningkatkan kapasitas produksi.
Penetapan
harga minimum atau harga dasar yang dilakukan oleh pemerintah bertujuan untuk
melindungi produsen, terutama untuk produk dasar pertanian. Misalnya harga
gabah kering terhadap harga pasar yang terlalu rendah. Hal ini dilakukan supaya
tidak ada tengkulak (orang/pihak yang membeli dengan harga murah dan dijual
kembali dengan harga yang mahal) yang membeli produk tersebut diluar harga yang
telah ditetapkan pemerintah. Jika pada harga tersebut tidak ada yang membeli,
pemerintah akan membelinya melalui BULOG (Badan Usaha Logistik) kemudian
didistribusikan ke pasar. Namun, mekanisme penetapan harga seperti ini sering
mendorong munculnya praktik pasar gelap, yaitu pasar yang pembentukan
harganya di luar harga minimum.
D.
Penetapan Harga
Maksimum (Ceiling Price)
Kebijakan yang lebih sering dilakukan pemerintah adalah
menetapkan harga pada tingkat yang lebih tinggi daripada yang ditentukan pasar
bebas. Berbeda dengan penetapan harga dasar yang bertujuan untuk
melindungi produsen , penetapan harga maksimum atau Harga Eceran Tertinggi
(HET) yang dilakukan pemerintah adalah untuk melindungi konsumen. Artinya,
membeli beras pada waktu terjadi kelebihan penawaran dan mengeluarkan stok
beras pada waktu terjadi kelebihan permintaan. Ini berarti bahwa Bulog membeli
beras pada saat harga rendah (pada musim panen raya) dan menjualnya kembali
pada saat harga tinggi (pada musim paceklik). Kebijakan HET(Harga Eceran Terbatas) dilakukan oleh pemerintah jika harga pasar dianggap
terlalu tinggi diluar batas daya beli masyarakat (konsumen). Penjual tidak
diperbolehkan menetapkan harga diatas harga maksimum tersebut
Di dalam masa perang atau ketidak stabilan politik dan kadang kadang juga
dalam masa damai, adakalanya timbul keadaan di mana penawaran adalah terbatas
sedangkan permintaan jauh lebih besar. Dalam pasar bebas, keadaan itu akan
menyebabkan harga keseimbangan mencapai tingkat yang lebih jauh lebih
tinggidari harga yang wajar. Ciri-ciri kebijakan harga maksimum dalam pasar bebas, permintaan dan penawaran akan menentukan tingkat harga
yang berlaku di pasar. Harga yang yang di tetapkan oleh pasar bebas itu adalah
terlalu tinggi dan menimbulkan implikasi yang buruk pada kegiatan ekonomi
secara keseluruhan atau sangat mempengaruhi kesejahteraan masyarakat.
Satu masalah penting yang akan
timbul dalam menjalakan penetapan harga di atas harga keseimbangan adalah
masalah stok surplus produksi yang terus menerus bertambah tinggi. Sekiranya
setiap tahun pemerintah perlu membeli kelebihan penawaran, maka dari tahun ke
tahun stok surplus produksi akan bertambah banyak. Kalau barang ini ditawarkan
ke pasar, maka harganya akan bertambah turun atau menurunkan harga. Cara yag
dapat dilakukan agar harga tetap pada tingkat yang ditentukan adalah dengan
melakukan kebijakan membuang atau menghancurkan kelebihan produksi yang dibeli
pemerintah ataupun dengan cara mengekspor kelebihan produksi. Seperti
halnya penetapan harga minimum, penetapan harga maksimum juga mendorong
terjadinya pasar gelap yaitu kegiatan jual beli yang di lakukan tidak secara terbuka dan
bertentangan dengan kebijakan harga maksimum yang di harapkan.
Kelebihan permintaan yang wujud adalah sebagai
akibat kebijakan maksimum akan terus menerus bartambah besar dari waktu
kewaktu. Maka dari itu pasar besar akan semakin meluas dan jurang antara harga
pasar gelap dan harga maksimum yang di tetapkan menjadi semakin besar.akhirnya
keburukan yang di timbulkan oleh pasar gelap adalah lebih besar dari kebaikan
yang di peroleh dari kebijakan harga maksimum. Akibat yang seperti ini akan
mendorong pemirintah untuk meninjau kembali kebijakan harga maksimum yang
dijlankannya.
E. KEBIJAKAN
SUBSIDI (SUBSIDY POLICY)
Masalah stok kelebihan produksi yang terus menerus bertambah akibat dari
pembelian pemerintah diatas harga keseimbangan, dapat dihindari dengan cara
memberi subsidi pendapatan terhadap para petani. Dengan kebijakan ini,
pemerintah tidak menentukan harga pasar tetapi menetapkan harga jaminan yang
akan diterima petani untuk setiap produksinya. Harga jaminan adalah lebih
tinggi dari harga kesimbangan dipasar. Jumlah subsidi yang akan diberikan oleh
pemerintah untuk setiap unit produksi adalah sebesar perbedaan antara harga
jaminan dan harga keseimbangan.
Subsidi
harga produksi melindungi konsumen dalam negeri, artinya konsumen dalam negeri
dapat membeli barang yang harganya lebih rendah daripada biaya rata-rata
pembuatannya atau harga internasionalnya. Subsidi harga faktor produksi
bertujuan untuk melindungi produsen dalam negeri dan dilakukan untuk
meningkatkan produksi dalam negeri. Bentuk subsidi harga faktor produksi dapat
berupa biaya angkut faktor produksi ke pelosok atau perbedaan tingkat bunga
bank dalam pengambilan kredit. Disamping itu bertujuan untuk melindungi produsen
dan konsumen, kebijakan subsidi juga bertujuan untuk memperluas lapangan kerja
dan meningkatkan produksi komoditas tertentu untuk mengurangi ketergantungan
pada impor.
Subsidi
diartikan sebagai pembayaran sebagian harga oleh pemerintah sehingga harga dalam
negeri lebih rendah daripada biaya rata-rata pembuatan suatu komoditi atau
harga internasionalnya. Ada 2 macam subsidi, yaitu subsidi harga produksi dan
subsidi harga faktor produksi.
a. Subsidi
Harga Produksi
Subsidi ini bertujuan melindungi konsumen dalam
negeri, artinya konsumen dalam negeri dapat membeli barang yang harganya lebih
rendah daripada biaya rata-rata pembuatan suatu komoditas atau harga
internasionalnya. Untuk meningkatkan produksi hasil-hasil pertanian, khususnya
beras, pemerintah memberikan subsidi harga faktor produksi, seperti pupuk,
pestisida, dan bibit. Subsidi untuk usaha tani padi yang ditanggung oleh
pemerintah untuk mengimpor atau memproduksi pupuk dalam negeri.
b. Subsidi
Harga Faktor Produksi
Untuk membeli pupuk yang harganya masih relatif
mahal, seringkali petani tidak memiliki uang tunai. Untuk itu, petani dapat
memperoleh kredit dengan bunga yang relatif rendah. Selisih antara bunga bank
sesungguhnya dengan bunga yang harus ditanggung petani, dibayarkan oleh
pemerinth dalam bentuk subsidi kepada petani. Selain melindungi produsen dan
konsumen, subsidi juga bertujuan untuk memperluas kesempatan kerja dan
meningkatkan produksi komoditas tertentu untuk mengurangi ketergantungan
terhadap impor.
Subsidi pupuk di Indonesia dimulai tahun 1971,
yaitu untuk melengkapi introduksi varietas padi unggul baru. Varietas padi
unggul baru tersebut sangat responsive terhadap pupuk. Pengalaman suksesnya
subsidi pupuk yang mendorong penggunaan pupuk dan pada giliran selanjutnya
berpengaruh terhadap peningkatan produksi merupakan bukti bahwa sesungguhnya
petani sangat respon terhadap harga input produksi, tetapi kesuksesan ini juga
mempertahankan swasembada, penarikan kembali subsidi faktor produksi (
misalnya, pupuk) harus diikuti dengan peningkatan rasio harga output dan harga
input.
Subsidi yang diberikan atas produksi suatu barang menyebabkan harga jual barang tersebut turun, karena biaya produksi menjadi lebih rendah.
- Subsidi dapat dinikmati oleh
produsen dan konsumen, sebab dengan biaya produksi lebih rendah maka harga beli
konsumen juga lebih murah, artinya harga penawaran berkurang.
Dampak Subsidi
Dampak Subsidi
-Positif
• Untuk menambah output dan lebih
banyak sumber daya yang dialokasikan ke barang dan jasa tersebut
- Negatif
• Menciptakan alokasi sumber daya
yang tidak efisien.
• Menciptakan suatu inefisiensi
• Tidak dinikmati oleh mereka
yang berhak
F.
Penetapan Pajak
Kebijakan penetapan pajak dilakukan oleh pemerintah dengan cara
mengenakan pajak yang berbeda-beda untuk berbagai komoditas. Misalnya untuk
melindungi produsen dalam negeri, pemerintah dapat meningkatkan tarif pajak
yang tinggi untuk barang impor. Hal tersebut menyebabkan konsumen membeli
produk dalam dalam negeri yang harganya relatif lebih murah.
Tujuan Pemerintah
-Meningkatkan penerimaan
pemerintah.
- Membatasi produksi.
Dampak Pajak
- Pajak akan mempengaruhi
aktifitas pasar. Jumlah barang yang dijual akan semakin kesedikit .
- Produsen dan konsumen akan
terkena dampaknya
G.
Kebijakan Ekspor
Produk
pertanian merupakan komoditas yang paling dijaga diberbagai belahan dunia,
dimana produk pertanian menjadi sarana dan prasarana dalam menunjang kehidupan
manusia di berbagai sudut dunia. Produk pertanian juga digunakan dalam
membangun dan meningkatkan pendapatan negara dengan melakukan kerjasama dengan
negara lain atau dengan kata lain melakukan impor-ekspor produk pertanian.
Kerjasama ini dilakukan untuk tujuan mendapatkan produk (ekspor produk) yang
tidak dimiliki suatu negara dengan cara mengimpor produk yang diinginkan negara
pengekspor.
EKSPOR
LANGSUNG
Ekspor
langsung adalah cara menjual barang atau jasa melalui perantara/ eksportir yang bertempat di negara lain atau
negara tujuan ekspor. Penjualan dilakukan melalui distributor dan perwakilan
penjualan perusahaan. Keuntungannya, produksi terpusat di negara asal dan
kontrol terhadap distribusi lebih baik. Kelemahannya, biaya transportasi lebih
tinggi untuk produk dalam skala besar dan adanya hambatan perdagangan serta proteksionisme.
EKSPOR
TIdak langsung
Ekspor tidak
langsung adalah teknik dimana barang dijual melalui perantara/ eksportir negara asal kemudian dijual oleh
perantara tersebut. Dengan menggunakan cara ini, eksporter memiliki kesempatan
untuk mengekspor hasil pertanian . Melalui, perusahaan manajemen ekspor ( export management comapanies ) dan
perusahaan pengekspor ( export
trading companies ). Kelebihannya, sumber daya
produksi terkonsentrasi dan tidak perlu menangani ekspor secara langsung.
Kelemahannya, kontrol terhadap distribusi kurang dan pengetahuan terhadap
operasi di negara lain kurang.
Kebijakan
pengaturan ekspor, ditetapkan dalam rangka :
1.
Mengikuti ketentuan internasional
2. Menjaga kelangkaan / kelestarian alam dan nilai sejarah,
3. Pemenuhan kebutuhan dalam negeri
4. Meningkatkan nilai tambah
5. Mendorong ekspor Melalui pembukaan akses pasar,
peningkatan daya saing, pengembangan produk (diversifikasi)
Tujuan dari penetapan kuota ekspor adalah, sebagai
berikut :
1.
Mencegah barang-barang penting berada di tangan negara
lain
2.
Untuk menjamin tersedianya barang-barang di dalam
negeri dalam proporsi yang cukup
3.
Untuk mengadakan pengawasan produksi serta
pengendalian harga guna mencapai stabilitas harga di dalam negeri.
Kesimpulan
Dari kebijakan-kebijakan pemerintah untuk sektor
pertanian yang telah dipaparkan diatas, menurut saya kebijakan pemerintah yang
lebih baik dalam pengendalian harga pada sektor pertanian adalah kebijakan
subsidi, Subsidi
adalah sebuah pembayaran oleh pemerintah untuk produsen , distributor dan
konsumen bahkan masyarakat dalam bidang tertentu.Misalnya untuk mencegah
penurunan dari industri (misalnya, sebagai hasil dari operasi yang tidak
menguntungkan terus menerus) atau kenaikan harga produknya atau hanya untuk
mendorong untuk mempekerjakan tenaga kerja yang lebih (seperti dalam kasus
subsidi upah). Contohnya adalah subsidi pertanian untuk mendorong perluasan
produksi pertanian dan mencapai kemandirian dalam produksi pangan. Tujuan subsidi input dalam
bidang pertanian adalah menguntungkan konsumen dengan menurunkan harga dan
meningkatkan daya beli serta membantu para petani dalam pengelolaan. Subsidi
harga produksi melindungi konsumen dalam negeri, artinya konsumen dalam negeri
dapat membeli barang yang harganya lebih rendah daripada biaya rata-rata
pembuatannya atau harga internasionalnya. Subsidi harga faktor produksi
bertujuan untuk melindungi produsen dalam negeri dan dilakukan untuk
meningkatkan produksi dalam negeri. Pemerintah tidak menentukan harga pasar tetapi
menetapkan harga jaminan yang akan diterima petani untuk setiap produksinya.
Harga jaminan adalah lebih tinggi dari harga kesimbangan dipasar. Jumlah
subsidi yang akan diberikan oleh pemerintah untuk setiap unit produksi adalah
sebesar perbedaan antara harga jaminan dan harga keseimbangan. Selain itu,
tidak hanya produsen yang merasakan keuntungan dari kebijakan subsidi ini namun
konsumen juga merasakannya. Hanya saja yang menjadi masalah ialah
ketidakmerataan pemberian subsidi tersebut, dan pihak-pihak yang menyalahgunakan
pemberian subsidi tersebut, atau pemberian
subsidi yang salah sasaran. Namun terdapat Analisis
untuk melakukan evaluasi kebijakan subsidi yaitu menggunakan 2 pendekatan, pendekatan pertama adalah pendekatan
deskriptif-kualitatif dan yang kedua adalah
Pendekatan kuantitatif/ekonometrik. Pendekatan pertama digunakan untuk
mengevaluasi pelaksanaan kebijakan yang menyangkut mekanisme/prosedur dan
penyimpangan yang terjadi. Sementara pendekatan kedua digunakan untuk mengukur
dampak perubahan harga input bersubsidi
(benih dan pupuk) dan harga output (gabah) terhadap: (a) Penggunaan input
bersubsidi, (b) Produksi padi, (c) Biaya usahatani, penerimaan dan laba
usahatani, (d) Biaya subsidi input, dan (e) Surplus ekonomi (selisih antara
tambahan nilai produksi dan tambahan biaya subsidi). Dari
hasil analisis kuantitatif akan dapat dipilih scenario kebijakan yang dapat
meningkatkan produksi dan laba usahatani per ha, yang keduanya merupakan tujuan
utama subsidi pertanian.
DAFTAR
PUSTAKA
Kamis, 24 Maret 2016
Karya Ilmiah "Narkoba" kelas 9 MTsN Sampit.
BAB
1
PENDAHULUAN
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Pada
saat ini, siapa yang tidak kenal dengan Narkoba ? Nama tersebut kemungkinan tidak
Familiar dan tidak asing lagi dikalangan masyarakat. Baik pria ataupun wanita,
saat ini mereka telah menyalahgunakan barang haram itu. Ironisnya yang
menyalahgunakan barang haram itu 70% adalah para remaja.
Narkotika, Psikotropika, dan zat
adiktif lain yang populer dengan istilah Narkoba
telah menjadi momok yang sangat menakutkan bagi masyarakat. Penyalahgunaan
narkoba telah merusak sampai ke sekolah-sekolah dan menjadi lahan empuk bagi
pengedar, tanpa memikirkan akibat buruk yang ditimbulkannya bagi bangsa dan
negara.
Walaupun sudah banyak penyuluhan maupun
pembelajaran yang diberikan oleh para
ahli serta hukuman bagi pengedar maupun pengguna narkoba, tetapi tetap saja
pengedar dan pengguna narkoba tersebut mengkonsumsi barang haram tersebut,
penyalahagunaan narkoba pun sudah meluas, tidak lagi dari dewasa saja yang
mengkonsumsi zat ini tetapi para remaja bahkan anak-anak mengkonsumsi barang
haram tersebut.
Padahal para remaja adalah penerus generasi bangsa yang seharusnya membangun negeri ini
tanpa narkoba. Jika ditelusuri, bangsa ini tidak akan maju jika generasi
penerusnya masih banyak yang terjerat dalam narkoba, sebagian dari remaja
memakai narkoba dikarenakan masalah pada orang tua yang otoriter,broken house,
sebagai trend masa kini, maupun masalah yang dihadapinya terlalu berat, dengan
demikian banyak para remaja yang menggantungkan hidupnya pada narkoba, yang menyebabkan bertambah pula
masalah pada diri seorang remaja tersebut, karena ia sebagai pecandu narkoba
tersebut harus membeli barang haram itu dengan mahal. Dan jika tidak terpenuhi
keinginannya untuk membeli obat itu dengan terus-menerus, kemungkinan ia akan
menjadi pencuri dalam memenuhiyalahgunaan akan berakibat fatal bagi pemakai
narkoba, salah satunya berupa dampak fisik seperti ganguan pada kesehatan,
dampak lain yaitu sulit berkonsentarsi, suka mengkhayal,sering gelisah maupun
dikucilkan oeh masyarakat sekitar akibat perbuatan kurang baik tersebut bahkan
dimusuhi keluarga sendiri.
”.
”.
1.2 Tujuan Penulisan
Adapun
dari tujuan penulisan karya ilmiah ini, selain sebagai syarat tugas yang harus
diselesaikan, tetapi juga sebagai pengetahuan yang bermanfaat bagi diri saya
sendiri maupun seluruh lapisan masyarakat agar mengetahui pentingnya menghindari narkoba, karena selain menyebabkan dampak
bagi diri seorang pecandu, juga sebagai penghambat kemajuan Indonesia.
1.3
Permasalahan
Permasalahan
yang dibahas dalam karya ilmiah ini adalah :
1. Apa Pengertian
Narkoba ?
- Seberapa
banyakkah pemakai narkoba di Indonesia, khususnya remaja?
- apa
saja jenis-jenis Penyalahgunaan Narkoba ?
- Apa
Ciri-Ciri Pengguna Narkoba ?
5. Apa Dampak Negatif memakai narkoba ?
6. Bagaimana Cara mencegah dari Narkoba, khususnya bagi para
remaja?
7. Apa Peran Orang tua pada anak-anaknya pada masa kini ?
8. Apa Peran dan Upaya Sekolah dalam menanggulangi narkoba
8. Apa Peran pemerintah dalam memberantas narkoba ?
1.4
Metode Penulisan
Adapun metode penulisan yang digunakan dalam
munyusun karya ilmiah ini adalah dengan metode pustaka yaitu penulis mengambil
sumber dari buku-buku, dan dalam hal ini penulis juga mengambil sumber-sumber langsung seperti wawancara dan yang berasal dari internet maupun televisi.
1.5
Sistematik Penulisan
Kata Pengantar
Daftar isi
BAB 1. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
1.2 Tujuan Penulisan
1.3 Permasalahan
1.4 Metode Penulisan
1.5 Sistematik Penulisan
BAB 2 PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Narkoba
2.2 Siapa saja yang menyalahgunakan narkoba
2.3 Jenis-jenis Obat yang Disalahgunakan
2.4 Faktor Penyebab remaja memakai narkoba
2.5 Ciri-Ciri Pengguna Narkoba
2.6 Dampak dari memakai narkoba
2.7 Cara mencegah dari Narkoba
2.8 Peranan Orang tua Dalam Menanggapi Masalah Narkoba
2.9 Peran dan Upaya Sekolah dalam menanggulangi narkoba
2.10 Peran pemerintah dalam memberantas narkoba
Daftar isi
BAB 1. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
1.2 Tujuan Penulisan
1.3 Permasalahan
1.4 Metode Penulisan
1.5 Sistematik Penulisan
BAB 2 PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Narkoba
2.2 Siapa saja yang menyalahgunakan narkoba
2.3 Jenis-jenis Obat yang Disalahgunakan
2.4 Faktor Penyebab remaja memakai narkoba
2.5 Ciri-Ciri Pengguna Narkoba
2.6 Dampak dari memakai narkoba
2.7 Cara mencegah dari Narkoba
2.8 Peranan Orang tua Dalam Menanggapi Masalah Narkoba
2.9 Peran dan Upaya Sekolah dalam menanggulangi narkoba
2.10 Peran pemerintah dalam memberantas narkoba
BAB
3 PENUTUP
3.1....... Kesimpulan ............
3.2....... Saran
3.1....... Kesimpulan ............
3.2....... Saran
Daftar
Pustaka
BAB 2
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian
Narkoba
Narkotika berasal
dari bahasa Yunani Narkoun yang berarti membuat lumpuh atau mati rasa. Menurut
Undang-undang R.I No.22/1997 ditetapkan sebagai zat atau obat yang berasal dari
tanaman atau bukan tanaman baik buatan maupun semi buatan yang dapat
menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, mengurangi sampai menghilangkan
nyeri, dan dapat menimbulkan ketergantungan atau kecanduan. Undang-undang ini
memberi batasan penyalahgunaan narkotika adalah orang yang menggunakan
narkotika tanpa sepengetahuan dan pengawasan dokter.
WHO
sendiri memberikan definisi tentang narkotika sebagai berikut: "Narkotika
merupakan suatu zat yang apabila dimasukkan ke dalam tubuh akan memengaruhi
fungsi fisik dan/atau psikologi (kecuali makanan, air, atau oksigen)."
Selain Narkoba, istilah lain yaitu NAPZA yang diperkenalkan
khususnya oleh Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Yang merupakan singkatan dari Narkotika,Psikotropika,dan zat
Adiktif lainnya
Semua istilah ini, baik “Narkoba”
atapun “Napza”, mengacu pada kelompok senyawa yang umumnya
memiliki risiko kecanduan bagi penggunanya. Menurut pakar kesehatan, narkoba sebenarnya adalah
senyawa-senyawa psikotropika yang biasa dipakai untuk membius pasien saat
hendak dioperasi atau obat-obatan untuk penyakit tertentu. Namun kini resepsi
ini disalahartikan akibat pemakai diluar peruntukan dan dosis yang semestinya.
2.2 Siapa Saja Yang Menyalahgunakan Narkoba
Penelitian tentang
penyalahgunaan narkoba di Indonesia yang dilaksanakan oleh BNN bekerja sama
dengan Puslitkes UI pada tahun 2008, dilakukan pada dua kelompok populasi,
yaitu kelompok pelajar/ mahasiswa dan kelompok bukan pelajar/ mahasiswa.
Perhitungan angka prevalensi penyalahguna dibagi menurut jenis penyalahguna,
yaitu coba pakai, teratur pakai dan pecandu (suntik dan bukan suntik).
Pada saat ini di Indonesia sudah
banyak yang memakai Narkoba, tercatat sekitar 5.000.000 pengguna Narkoba di
Indonesia. Pada masa ini, pengguna narkoba sudah
beragam. Pria maupun wanita, tua maupun muda, banyak sekali yang menggunakan
narkoba. Namun yang paling mengkhawatirkan adalah remaja Indonesia yang menyalahgunakan
narkoba. Sesuai dengan data yang kami dapat, bahwa 70% pengguna narkoba di
Indonesia adalah remaja. Selain itu juga banyak artis-artis yang menggunakan
narkoba.
Masa
remaja merupakan suatu fase perkembangan antara masa anak-anak dan masa dewasa.
Perkembangan seseorang dalam masa anak-anak dan remaja akan membentuk
perkembangan diri orang tersebut di masa dewasa. Karena itulah bila masa
anak-anak dan remaja rusak karena narkoba, maka suram atau bahkan hancurlah
masa depannya. Padahal seharusnya remaja merupakan generasi
penerus bangsa Indonesia. Bagaimana nasib bangsa kita ini apabila remaja yang
sekarang merupakan pengguna narkoba, memegang kendali Indonesia di masa depan
dengan narkoba yang masih mengalir di darahnya?
Pada masa remaja, justru keinginan untuk
mencoba-coba, mengikuti trend dan gaya hidup, serta bersenang-senang besar
sekali. Walaupun semua kecenderungan itu wajar-wajar saja, tetapi hal itu bisa
juga memudahkan remaja untuk terdorong menyalahgunakan narkoba.
2.3 Jenis – Jenis Obat Yang Sering
Disalahgunakan
Jenis-jenis narkoba yang sering disalahgunakan
diantaranya sebagai berikut :
1. Ganja
Ganja terbuat dari daun,bunga,biji,dan ranting muda tanaman mariyuana (Cannabis Sativa). Zat aktif dalam ganja adalah tetra hydro cannaciol (THC). Ganja dislahgunakan dalam bentuk daun kering. Biasanya dicampur dengan tembakau untuk rokok lalu diisap. Penyalahgunaan ganja menyebabkan mata kemerahan, suka bicaara sendiri, lemah,pengendaliaan diri menurun, dan susuh tidur. Ganja juga mengakibatkan halusinasi.
Ganja terbuat dari daun,bunga,biji,dan ranting muda tanaman mariyuana (Cannabis Sativa). Zat aktif dalam ganja adalah tetra hydro cannaciol (THC). Ganja dislahgunakan dalam bentuk daun kering. Biasanya dicampur dengan tembakau untuk rokok lalu diisap. Penyalahgunaan ganja menyebabkan mata kemerahan, suka bicaara sendiri, lemah,pengendaliaan diri menurun, dan susuh tidur. Ganja juga mengakibatkan halusinasi.
2.
Candu atau Opium
Opium berasal dari getah buah mentah Papaver Somniferum. Opium
mengandung beberapa senyawa yang mengakibatkan ketergantungan dan merusak
kesehatan tubuh. Zat narkotika yang terdapat dalam opium diantaranya sebagai
berikut.
a. Morfin
Morfin berupa serbuk berwarna putih atau berbentuk tablet. Morfin dapat menghilangkan rasa sakit atau menghilangkan rasa nyeri pada penderita kanker.
Morfin berupa serbuk berwarna putih atau berbentuk tablet. Morfin dapat menghilangkan rasa sakit atau menghilangkan rasa nyeri pada penderita kanker.
b. Heroin
Heroin merupakan senyawa hasil sintetis morfin. Heroin juga dikenal dengan istilah putau. Heroin berbentuk serbuk atau puyer, terlihat seperti tepung terigu. Biasanya dibungkus dengan kertas sebesar ujung ibu jari. Heroin mempunyai efekmenghilangkan rasa sakit lebih lemah dibanding morfin.
Heroin merupakan senyawa hasil sintetis morfin. Heroin juga dikenal dengan istilah putau. Heroin berbentuk serbuk atau puyer, terlihat seperti tepung terigu. Biasanya dibungkus dengan kertas sebesar ujung ibu jari. Heroin mempunyai efekmenghilangkan rasa sakit lebih lemah dibanding morfin.
c. Kodein
Kodein dihasilkan dari proses pengolahan morfin. Kodein berbentuk serbuk berwarna putih atau tablet. Zat ini sering digunakan dalam pengobatan sebagai antitusif dan analgesik.
Kodein dihasilkan dari proses pengolahan morfin. Kodein berbentuk serbuk berwarna putih atau tablet. Zat ini sering digunakan dalam pengobatan sebagai antitusif dan analgesik.
Senyawa-senyawa
dalam opium apabila disalahgunakan akan menimbulkan gejala berikut.
a. Gembira berlebihan.
b. Mengantuk dan tidak sadarkan diri.
c. Tidak merasakan sakit dan berhalusinasi.
d. Mata sayu dan daya pengihatan turun.
e. Ganguan sistem saraf dan pembuluh darah.
f. Denyut jantung meningkat.
3. Ekstasi
Ekstasi merupakan turunan amfetamin. Berbentuk serbuk berwarna putih atau kekuningan. Biasanya dibuat tablet dengan bentuk bermacam-macam. Penyalahgunaan ekstasi mengakibatkan rasa gembira,banyak bicara,tidak mudah lelah, jantung berdebar-debar, tekanan darah menurun, dan halusinasi.
Ekstasi merupakan turunan amfetamin. Berbentuk serbuk berwarna putih atau kekuningan. Biasanya dibuat tablet dengan bentuk bermacam-macam. Penyalahgunaan ekstasi mengakibatkan rasa gembira,banyak bicara,tidak mudah lelah, jantung berdebar-debar, tekanan darah menurun, dan halusinasi.
4.
Shabu-Shabu
Shabu-shabu berbentuk serbuk mengilap dengan
kristal-kristal kasar mirio garam dapur. Shabu-shabu dihasilkan dari pengolahan
amfetamin dicampur dengan berbagai obat psikotropika. Penyalahgunaan
shabu-shabu mengakibatkan gejala yang sama dengan ekstasi.
5.
Kokain
Kokain berasal dari tanaman coca atau Erythroxylum coca. Kokain
menpunyai sifat anestetik (pembius) dan efek merangsang jaringan otak sentral. Pemakaian
zat ini menimbukan gejala suka bicara, gembira, detak jantung meningkat, demam,
mual, dan halusinasi.
6.
Obat Psikotropika
Obat psikotropika merupakan zat atau obat yang
mengakibatkan perubahan aktivitas mental atau tingkah laku. Beberapa jenis
psikotropika sebagai berikut.
a. Antidepresan
Obat
ini digunakan untuk mengobati rasa tertekan(depresi). Pemakaian obat ini
mengakibatkan bicara kacau, pengendalian diri hilang, dan gejala seperti orang
mabuk. Contoh obat antidepresan yaitu herzox, nopness, dan prozac.
b. Stimulan
Obat ini mengakibatka rasa lelah, sedih, mengantuk, lapar, dan tidak biasa diam. Apabila dikomsumsi terus-menerus, obat ini dapat mengakibatka hipertensi dan menurunkan berat badan. Contoh obat ini yaitu amfetamin.
Obat ini mengakibatka rasa lelah, sedih, mengantuk, lapar, dan tidak biasa diam. Apabila dikomsumsi terus-menerus, obat ini dapat mengakibatka hipertensi dan menurunkan berat badan. Contoh obat ini yaitu amfetamin.
c. Sedativa dan Hipnotika
Obat
ini digunakan sebagai obat penenang atau obat tidur. Pemakaian obat ini
mengakibatkan gelisah lalu mengantuk, malas, daya pikir menurun, dan tindakan
lambat. Contoh obat ini yaitu halcion, LSD, dan mogadon.
2.4 Faktor Penyebab Remaja Memakai Narkoba
Banyak faktor yang menyebabkan seseorang
menjadi pecandu atau penyalahgunaan narkoba antara lain :
1. Akibat rasa ingin tahu atau malah sebagai akibat
ketidaktahuan dimana remaja atau orang tersebut menjadi mudah dijebak atau
terjebak kedalam penyalahguaan narkoba.
2. Seseorang yang suka mengambil resiko
3. Untuk menghilangkan kejenuhan atau kebosanan
4. Melarikan diri dari kejenuhan atau kekecewaan
5. Ingin merasa senang-senang
6. Untuk mendapatkan rasa tenang dikeramaian
7. Menjadi anak gaul, ikut teman atau agaar mendapat teman
atau diakui
kelompoknya.
8. Dan dipengaruhi atau digoda oleh teman-teman yang ingin menjerumuskan.
9. Awal dari perkenalannya dari rokok
Adapun Hasil Wawancara saya pada teman saya
yang pernah memasuki dunia Narkoba yaitu sebagai berikut :
Ia mengaku bahwa teman dekatnya lah yang
memperdaya dirinya untuk meminum barang haram tersebut, pada awalnya ia tidak
mengetahui bahwa obat tersebut adalah obat haram, karena pada saat itu, ia
sedang mengalami pusing dan menceritakan keadaan dirinya pada teman-temannya,
dari situlah ia diberi oleh teman-temannya barang haram tersebut, dan
meminumnya tanpa berpikir apa-apa lagi untuk menyembuhkan sakit kepalanya.
Setelah kejadian tersebut ia mengetahui bahwa obat yang diminumnya adalah obat
haram, walaupun belum ada kecanduan, tetapi ia sudah mengalami banyak kerugian
pada dirinya salah satunya ia sering mengantuk dengan mata merah ketika belajar
dikelas ia tidak bisa konsentrasi terhadap pelajaran yang diberikan guru. Akibatnya
ia gagal dalam pelajaran pada saat itu. Ketika itulah ia bernniat untuk
mengakhiri dunia narkoba itu dan bertobat pada Tuhan yang Maha Esa. .
2.5 Ciri-ciri pemakai
narkoba
a. Fisik
-
Berat badan turun drastis
-
Mata terlihat cekung dan merah, muka pucat, dan bibir kehitam-hitaman
- Tangan penuh dengan bintik-bintik merah, seperti bekas gigitan nyamuk dan
ada tanda bekas luka sayatan. Goresan dan perubahan warna kulit di tempat bekas suntikan
- Buang air besar dan kecil kurang lancar
- Tangan penuh dengan bintik-bintik merah, seperti bekas gigitan nyamuk dan
ada tanda bekas luka sayatan. Goresan dan perubahan warna kulit di tempat bekas suntikan
- Buang air besar dan kecil kurang lancar
-
Sembelit atau sakit perut tanpa alasan yang jelas
b. Emosi
-
Sangat sensitif dan cepat bosan
-
Bila ditegur atau dimarahi, dia malah menunjukkan sikap membangkang
- Emosinya naik turun dan tidak ragu untuk memukul orang atau berbicara kasar
terhadap anggota keluarga atau orang di sekitarnya
- Emosinya naik turun dan tidak ragu untuk memukul orang atau berbicara kasar
terhadap anggota keluarga atau orang di sekitarnya
-
Nafsu makan tidak menentu
c. Perilaku
-
Malas dan sering melupakan tanggung jawab dan tugas-tugas rutinnya
- Menunjukkan sikap tidak peduli dan jauh dari keluarga
- Menunjukkan sikap tidak peduli dan jauh dari keluarga
-
Sering bertemu dengan orang yang tidak dikenal keluarga, pergi tanpa pamit
dan pulang lewat tengah malam
dan pulang lewat tengah malam
-
Suka mencuri uang di rumah, sekolah ataupun tempat pekerjaan dan menggadaikan
barang-barang berharga di rumah. Begitupun dengan barang-barang berharga miliknya, banyak yang hilang
- Selalu kehabisan uang
-
Waktunya di rumah kerapkali dihabiskan di kamar tidur, kloset, gudang, ruang
yang gelap, kamar mandi, atau tempat-tempat sepi
lainnya
-
Takut akan air. Jika terkena akan terasa sakit, karena itu mereka jadi malas
mandi
- Sering batuk-batuk dan pilek berkepanjangan, biasanya terjadi pada saat gejala
putus zat
- Sering batuk-batuk dan pilek berkepanjangan, biasanya terjadi pada saat gejala
putus zat
-
Sikapnya cenderung jadi manipulatif dan tiba-tiba tampak manis bila ada maunya,
seperti saat membutuhkan uang untuk beli obat
-
Sering berbohong dan ingkar janji dengan
berbagai macam alasan
-
Mengalami jantung berdebar-debar
- Sering menguap
-
Mengeluarkan air mata berlebihan
-
Mengeluarkan keringat berlebihan
- Sering mengalami mimpi buruk
- Mengalami nyeri kepala
-
Mengalami nyeri/ngilu sendi-sendi
2.6 Dampak Penyalahgunaan Narkoba
A. Dampak Tidak Langsung Narkoba Yang disalahgunakan
1. Akan banyak
uang yang dibutuhkan untuk penyembuhan dan perawatan
kesehatan pecandu jika tubuhnya rusak digerogoti zat racun.
kesehatan pecandu jika tubuhnya rusak digerogoti zat racun.
2. Dikucilkan dalam masyarakat dan pergaulan orang-orang
baik. Selain itu biasanya
tukang candu narkoba akan bersikap anti sosial.
3. Keluarga akan malu besar karena punya anggota keluarga
yang memakai zat terlarang.
4. Kesempatan belajar
hilang dan mungkin dapat dikeluarkan dari sekolah atau perguruan tinggi
alias DO/Drop out.
5. Tidak dipercaya lagi oleh orang lain karena umumnya
pecandu narkoba akan gemar berbohong dan melakukan tindak kriminal.
6. Dosa akan terus bertambah karena lupa akan kewajiban
Tuhan serta menjalani kehidupan yang dilarang oleh ajaran agamanya.
7. bisa dijebloskan ke dalam tembok derita/penjara yang
sangat menyiksa lahir batin.
B. Dampak Langsung Narkoba Bagi Jasmani
/ Tubuh Manusia
1.
Ganguan pada jantung
2.
Ganguan pada hemoprosik
3.
Ganguan pada traktur urinarius
4.
Ganguan pada otak
5.
Ganguan pada tulang
6.
Ganguan pada pembuluh darah
7.
Ganguan pada endorin
8.
Ganguan pada kulit
9.
Ganguan pada sistem saraf dan sistem percernaan
10.
Ganguan pada paru-paru
11.
Dapat terinfeksi penyakitmenular berbahaya seperti HIV/AIDS, Hepatitis,
Herpes,
TBC, dll
12.
Dan banyak dampak lainnya yang merugikan badan manusia.
C. Dampak Langsung Narkoba bagi
Kejiwaan/Mental Manusia
1.
Menyebabkan depresi mental
2.
Menyebabkan ganguan jiwa berat/psikotik.
3.
Menyebabkan bunuh diri
4.
Menyebabkan melakukan tindak kejahatan, kekerasan dan pengrusakan.
2.7 Cara Mencegah Dari Narkoba
Adapun cara-cara atau tips
yang penulis berikan yaitu :
1. Benbentengi diri
dengan Mendekatkan diri pada Tuhan yang maha kuasa untuk menghindar dari narkoba yang termasuk
perbuatan melanggar agama.
2. Tidak mudah
terpengaruh oleh rayuan atau bujukan dari teman-teman yang akan menjerumuskan kita ke perbuatan dosa
tersebut.
3. Tidak mudah juga terpengaruh oleh pengedar obat-obat
haram tersebut.
4. Selalu bersabar
dalam menghadapi ujian atau cobaan hidup, jika tidak maka kita akan mudah
memasuki kehidupan yang akan menambah beban pula.
5. Berusaha tenang
jika kita menghadapi kekacauan yang ada. Seperti broken home atau permasalahan
yang lainnya.
6. Berusaha tentram
dan tidak egois pada diri sendiri agar tidak menimbulkan masalah yang akan
mengakibatkan kita menjadi tidak tenang.
2.8 Peranan Orang Tua
Peran keluarga
maupun orang tua
sangat besar terhadap pembinaan diri seseorang. Hasil penelitia menunjukkan
bahwa anak-anak nakal dan brandal pada umumnya adalah berasal dari keluarga
yang berantakan (broken home).
Berikut peran orang tua yang
dapat mencegah anak-anaknya ke dalam narkoba :
1. Mengasuh anak dengan baik.
2. Ciptakan suasana yang hangat dan bersahabat.
3. Meluangkan waktu untuk kebersamaan.
4. Orang tua menjadi contoh
yang baik.
5. Menghormati pendapat anak.
6. Memperkuat kehidupan
beragama.
7. Orang tua memahami masalah penyalahgunaan
NAPZA agar dapat berdiskusi dengan anak.
8. Menanamkan
sejak dini pada diri seorang anak bahwa narkoba adalah Haram.
2.9 Peran dan Upaya Sekolah
dalam menanggulangi narkoba
1. Upaya terhadap siswa :
1. Upaya terhadap siswa :
Memberikan pendidikan
kepada siswa tentang bahaya dan akibat penyalahgunaan narkoba
Melibatkan siswa dalam
perencanaan pencegahan dan penanggulangan penyalahgunaan narkoba di sekolah.
Membentuk citra diri yang
positif dan mengembangkan ketrampilan yang positif untuk tetap menghidari dari
pemakaian narkoba dan merokok.
Menyediakan pilihan kegiatan yang bermakna bagi siswa (
ekstrakurikuler ).
Meningkatkan kegiatan
bimbingan konseling.Membantu siswa yang telah menyalahgunakan narkoba untuk
bisa menghentikannya.
Penerapan kehidupan
beragama dalam kegiatan sehari – hari.
2.
Upaya untuk mencegah peredaran narkoba di sekolah :
Razia dengan cara langsung
Melarang orang yang tidak
berkepentingan untuk masuk lingkungan sekolah
Melarang siswa ke luar
sekolah pada jam pelajaran tanpa ijin guru
Membina kerjasama yang baik
dengan berbagai pihak.
Meningkatkan pengawasan
sejak anak itu datang sampai dengan pulang sekolah.
3.
Upaya untuk membina lingkungan sekolah :
Menciptakan suasana
lingkungan sekolah yang sehat dengan membina hubungan yang harmonis antara
pendidik dan anak didik.
Mengupayakan kehadiran guru
secara teratur di sekolah
Sikap keteladanan guru amat
penting
Meningkatkan pengawasan
anak sejak masuk sampai pulang sekolah.
2.10 Peran
Pemerintah Dalam Memberantas Narkoba
Berbagai cara telah dilakukan oleh
pemerintah untuk mencegah peredaran narkoba. cara tersebut antara lain :
1. Mengadakan pengawasan yang ketat terhadap barang barang yang
masuk.
2. Memberikan hukuman
yang berat terhadap pengedar dan pemakai narkoba.
3. Melakukan kerja sama dengan pihak
yang berwenang untuk melakukan penyuluhan tentang bahaya narkoba, atau mungkin
mengadakan razia mendadak secara rutin.
4. Memberikan denda,ancaman atau
hukuman dalam Undang-undang Dasar bagi pemakai
maupun pengedar narkoba.
BAB 3
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Berdasarkan pembahasan yang telah diuraikan dapat disimpulkan
sebagai berikut :
1) Masyarakat perlu menghindari diri dari penyebaran narkoba
1) Masyarakat perlu menghindari diri dari penyebaran narkoba
2) Upaya pemerintah memberikan penyuluhan
tentang penyebaran narkoba
3) Narkoba adalah barang yang sangat
berbahaya dan bisa merusak susunan syaraf yang bisa merubah sebuah kepribadian seseorang
menjadi semakin buruk.
4) Narkoba adalah sumber dari tindakan
kriminalitas yang bisa merusak norma
dan ketentraman umum.
dan ketentraman umum.
5) Menimbulkan
dampak negative yang mempengaruhi pada tubuh baik secara
fisik maupun psikologis.
fisik maupun psikologis.
3.2 Saran
1. Hendaknya masyarakat maupun kalangan remaja peduli tentang kesehatan
2. Pemerintah hendaknya segera mencari solusi agar penyebaran narkoba tidak
terjadi
lagi.
3. Hendaknya Pihak sekolah harus melakukan pengawasan yang ketat terhadap
gerak-gerik
anak didiknya, karena biasanya penyebaran (transaksi) narkoba
sering
terjadi di sekitar lingkungan sekolah.
Yang tak kalah penting adalah, pendidikan moral dan keagamaan harus lebih ditekankan kepada siswa.
Karena salah satu penyebab
terjerumusnya anak-anak ke dalam lingkaran setan ini adalah kurangnya
pendidikan moral dan keagamaan yang mereka serap, sehingga perbuatan tercela
seperti ini pun, akhirnya mereka jalani.
DAFTAR PUSTAKA
Fachril,Yuanita. 2007. Narkoba.
Bandung : C.V Sarana Penunjang Pendidikan
Abadi,Rinawan dan Kusumawati Rohana.
2012. Detik-Detik Ujian Nasional Ilmu
Pengetahuan Alam.
Klaten : Intan Pariwara
Hadiman. 2012. Menghindari Narkoba
Sejak Dini. Jakarta : Badan Kerjasama Sosial Usaha Pembinaan
Warga Tama (BERSAMA).
sebaztianagungprabowo.blogspot.com
zenc.wordpress.com
Langganan:
Postingan (Atom)