BAB
1
PENDAHULUAN
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Pada
saat ini, siapa yang tidak kenal dengan Narkoba ? Nama tersebut kemungkinan tidak
Familiar dan tidak asing lagi dikalangan masyarakat. Baik pria ataupun wanita,
saat ini mereka telah menyalahgunakan barang haram itu. Ironisnya yang
menyalahgunakan barang haram itu 70% adalah para remaja.
Narkotika, Psikotropika, dan zat
adiktif lain yang populer dengan istilah Narkoba
telah menjadi momok yang sangat menakutkan bagi masyarakat. Penyalahgunaan
narkoba telah merusak sampai ke sekolah-sekolah dan menjadi lahan empuk bagi
pengedar, tanpa memikirkan akibat buruk yang ditimbulkannya bagi bangsa dan
negara.
Walaupun sudah banyak penyuluhan maupun
pembelajaran yang diberikan oleh para
ahli serta hukuman bagi pengedar maupun pengguna narkoba, tetapi tetap saja
pengedar dan pengguna narkoba tersebut mengkonsumsi barang haram tersebut,
penyalahagunaan narkoba pun sudah meluas, tidak lagi dari dewasa saja yang
mengkonsumsi zat ini tetapi para remaja bahkan anak-anak mengkonsumsi barang
haram tersebut.
Padahal para remaja adalah penerus generasi bangsa yang seharusnya membangun negeri ini
tanpa narkoba. Jika ditelusuri, bangsa ini tidak akan maju jika generasi
penerusnya masih banyak yang terjerat dalam narkoba, sebagian dari remaja
memakai narkoba dikarenakan masalah pada orang tua yang otoriter,broken house,
sebagai trend masa kini, maupun masalah yang dihadapinya terlalu berat, dengan
demikian banyak para remaja yang menggantungkan hidupnya pada narkoba, yang menyebabkan bertambah pula
masalah pada diri seorang remaja tersebut, karena ia sebagai pecandu narkoba
tersebut harus membeli barang haram itu dengan mahal. Dan jika tidak terpenuhi
keinginannya untuk membeli obat itu dengan terus-menerus, kemungkinan ia akan
menjadi pencuri dalam memenuhiyalahgunaan akan berakibat fatal bagi pemakai
narkoba, salah satunya berupa dampak fisik seperti ganguan pada kesehatan,
dampak lain yaitu sulit berkonsentarsi, suka mengkhayal,sering gelisah maupun
dikucilkan oeh masyarakat sekitar akibat perbuatan kurang baik tersebut bahkan
dimusuhi keluarga sendiri.
”.
”.
1.2 Tujuan Penulisan
Adapun
dari tujuan penulisan karya ilmiah ini, selain sebagai syarat tugas yang harus
diselesaikan, tetapi juga sebagai pengetahuan yang bermanfaat bagi diri saya
sendiri maupun seluruh lapisan masyarakat agar mengetahui pentingnya menghindari narkoba, karena selain menyebabkan dampak
bagi diri seorang pecandu, juga sebagai penghambat kemajuan Indonesia.
1.3
Permasalahan
Permasalahan
yang dibahas dalam karya ilmiah ini adalah :
1. Apa Pengertian
Narkoba ?
- Seberapa
banyakkah pemakai narkoba di Indonesia, khususnya remaja?
- apa
saja jenis-jenis Penyalahgunaan Narkoba ?
- Apa
Ciri-Ciri Pengguna Narkoba ?
5. Apa Dampak Negatif memakai narkoba ?
6. Bagaimana Cara mencegah dari Narkoba, khususnya bagi para
remaja?
7. Apa Peran Orang tua pada anak-anaknya pada masa kini ?
8. Apa Peran dan Upaya Sekolah dalam menanggulangi narkoba
8. Apa Peran pemerintah dalam memberantas narkoba ?
1.4
Metode Penulisan
Adapun metode penulisan yang digunakan dalam
munyusun karya ilmiah ini adalah dengan metode pustaka yaitu penulis mengambil
sumber dari buku-buku, dan dalam hal ini penulis juga mengambil sumber-sumber langsung seperti wawancara dan yang berasal dari internet maupun televisi.
1.5
Sistematik Penulisan
Kata Pengantar
Daftar isi
BAB 1. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
1.2 Tujuan Penulisan
1.3 Permasalahan
1.4 Metode Penulisan
1.5 Sistematik Penulisan
BAB 2 PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Narkoba
2.2 Siapa saja yang menyalahgunakan narkoba
2.3 Jenis-jenis Obat yang Disalahgunakan
2.4 Faktor Penyebab remaja memakai narkoba
2.5 Ciri-Ciri Pengguna Narkoba
2.6 Dampak dari memakai narkoba
2.7 Cara mencegah dari Narkoba
2.8 Peranan Orang tua Dalam Menanggapi Masalah Narkoba
2.9 Peran dan Upaya Sekolah dalam menanggulangi narkoba
2.10 Peran pemerintah dalam memberantas narkoba
Daftar isi
BAB 1. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
1.2 Tujuan Penulisan
1.3 Permasalahan
1.4 Metode Penulisan
1.5 Sistematik Penulisan
BAB 2 PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Narkoba
2.2 Siapa saja yang menyalahgunakan narkoba
2.3 Jenis-jenis Obat yang Disalahgunakan
2.4 Faktor Penyebab remaja memakai narkoba
2.5 Ciri-Ciri Pengguna Narkoba
2.6 Dampak dari memakai narkoba
2.7 Cara mencegah dari Narkoba
2.8 Peranan Orang tua Dalam Menanggapi Masalah Narkoba
2.9 Peran dan Upaya Sekolah dalam menanggulangi narkoba
2.10 Peran pemerintah dalam memberantas narkoba
BAB
3 PENUTUP
3.1....... Kesimpulan ............
3.2....... Saran
3.1....... Kesimpulan ............
3.2....... Saran
Daftar
Pustaka
BAB 2
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian
Narkoba
Narkotika berasal
dari bahasa Yunani Narkoun yang berarti membuat lumpuh atau mati rasa. Menurut
Undang-undang R.I No.22/1997 ditetapkan sebagai zat atau obat yang berasal dari
tanaman atau bukan tanaman baik buatan maupun semi buatan yang dapat
menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, mengurangi sampai menghilangkan
nyeri, dan dapat menimbulkan ketergantungan atau kecanduan. Undang-undang ini
memberi batasan penyalahgunaan narkotika adalah orang yang menggunakan
narkotika tanpa sepengetahuan dan pengawasan dokter.
WHO
sendiri memberikan definisi tentang narkotika sebagai berikut: "Narkotika
merupakan suatu zat yang apabila dimasukkan ke dalam tubuh akan memengaruhi
fungsi fisik dan/atau psikologi (kecuali makanan, air, atau oksigen)."
Selain Narkoba, istilah lain yaitu NAPZA yang diperkenalkan
khususnya oleh Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Yang merupakan singkatan dari Narkotika,Psikotropika,dan zat
Adiktif lainnya
Semua istilah ini, baik “Narkoba”
atapun “Napza”, mengacu pada kelompok senyawa yang umumnya
memiliki risiko kecanduan bagi penggunanya. Menurut pakar kesehatan, narkoba sebenarnya adalah
senyawa-senyawa psikotropika yang biasa dipakai untuk membius pasien saat
hendak dioperasi atau obat-obatan untuk penyakit tertentu. Namun kini resepsi
ini disalahartikan akibat pemakai diluar peruntukan dan dosis yang semestinya.
2.2 Siapa Saja Yang Menyalahgunakan Narkoba
Penelitian tentang
penyalahgunaan narkoba di Indonesia yang dilaksanakan oleh BNN bekerja sama
dengan Puslitkes UI pada tahun 2008, dilakukan pada dua kelompok populasi,
yaitu kelompok pelajar/ mahasiswa dan kelompok bukan pelajar/ mahasiswa.
Perhitungan angka prevalensi penyalahguna dibagi menurut jenis penyalahguna,
yaitu coba pakai, teratur pakai dan pecandu (suntik dan bukan suntik).
Pada saat ini di Indonesia sudah
banyak yang memakai Narkoba, tercatat sekitar 5.000.000 pengguna Narkoba di
Indonesia. Pada masa ini, pengguna narkoba sudah
beragam. Pria maupun wanita, tua maupun muda, banyak sekali yang menggunakan
narkoba. Namun yang paling mengkhawatirkan adalah remaja Indonesia yang menyalahgunakan
narkoba. Sesuai dengan data yang kami dapat, bahwa 70% pengguna narkoba di
Indonesia adalah remaja. Selain itu juga banyak artis-artis yang menggunakan
narkoba.
Masa
remaja merupakan suatu fase perkembangan antara masa anak-anak dan masa dewasa.
Perkembangan seseorang dalam masa anak-anak dan remaja akan membentuk
perkembangan diri orang tersebut di masa dewasa. Karena itulah bila masa
anak-anak dan remaja rusak karena narkoba, maka suram atau bahkan hancurlah
masa depannya. Padahal seharusnya remaja merupakan generasi
penerus bangsa Indonesia. Bagaimana nasib bangsa kita ini apabila remaja yang
sekarang merupakan pengguna narkoba, memegang kendali Indonesia di masa depan
dengan narkoba yang masih mengalir di darahnya?
Pada masa remaja, justru keinginan untuk
mencoba-coba, mengikuti trend dan gaya hidup, serta bersenang-senang besar
sekali. Walaupun semua kecenderungan itu wajar-wajar saja, tetapi hal itu bisa
juga memudahkan remaja untuk terdorong menyalahgunakan narkoba.
2.3 Jenis – Jenis Obat Yang Sering
Disalahgunakan
Jenis-jenis narkoba yang sering disalahgunakan
diantaranya sebagai berikut :
1. Ganja
Ganja terbuat dari daun,bunga,biji,dan ranting muda tanaman mariyuana (Cannabis Sativa). Zat aktif dalam ganja adalah tetra hydro cannaciol (THC). Ganja dislahgunakan dalam bentuk daun kering. Biasanya dicampur dengan tembakau untuk rokok lalu diisap. Penyalahgunaan ganja menyebabkan mata kemerahan, suka bicaara sendiri, lemah,pengendaliaan diri menurun, dan susuh tidur. Ganja juga mengakibatkan halusinasi.
Ganja terbuat dari daun,bunga,biji,dan ranting muda tanaman mariyuana (Cannabis Sativa). Zat aktif dalam ganja adalah tetra hydro cannaciol (THC). Ganja dislahgunakan dalam bentuk daun kering. Biasanya dicampur dengan tembakau untuk rokok lalu diisap. Penyalahgunaan ganja menyebabkan mata kemerahan, suka bicaara sendiri, lemah,pengendaliaan diri menurun, dan susuh tidur. Ganja juga mengakibatkan halusinasi.
2.
Candu atau Opium
Opium berasal dari getah buah mentah Papaver Somniferum. Opium
mengandung beberapa senyawa yang mengakibatkan ketergantungan dan merusak
kesehatan tubuh. Zat narkotika yang terdapat dalam opium diantaranya sebagai
berikut.
a. Morfin
Morfin berupa serbuk berwarna putih atau berbentuk tablet. Morfin dapat menghilangkan rasa sakit atau menghilangkan rasa nyeri pada penderita kanker.
Morfin berupa serbuk berwarna putih atau berbentuk tablet. Morfin dapat menghilangkan rasa sakit atau menghilangkan rasa nyeri pada penderita kanker.
b. Heroin
Heroin merupakan senyawa hasil sintetis morfin. Heroin juga dikenal dengan istilah putau. Heroin berbentuk serbuk atau puyer, terlihat seperti tepung terigu. Biasanya dibungkus dengan kertas sebesar ujung ibu jari. Heroin mempunyai efekmenghilangkan rasa sakit lebih lemah dibanding morfin.
Heroin merupakan senyawa hasil sintetis morfin. Heroin juga dikenal dengan istilah putau. Heroin berbentuk serbuk atau puyer, terlihat seperti tepung terigu. Biasanya dibungkus dengan kertas sebesar ujung ibu jari. Heroin mempunyai efekmenghilangkan rasa sakit lebih lemah dibanding morfin.
c. Kodein
Kodein dihasilkan dari proses pengolahan morfin. Kodein berbentuk serbuk berwarna putih atau tablet. Zat ini sering digunakan dalam pengobatan sebagai antitusif dan analgesik.
Kodein dihasilkan dari proses pengolahan morfin. Kodein berbentuk serbuk berwarna putih atau tablet. Zat ini sering digunakan dalam pengobatan sebagai antitusif dan analgesik.
Senyawa-senyawa
dalam opium apabila disalahgunakan akan menimbulkan gejala berikut.
a. Gembira berlebihan.
b. Mengantuk dan tidak sadarkan diri.
c. Tidak merasakan sakit dan berhalusinasi.
d. Mata sayu dan daya pengihatan turun.
e. Ganguan sistem saraf dan pembuluh darah.
f. Denyut jantung meningkat.
3. Ekstasi
Ekstasi merupakan turunan amfetamin. Berbentuk serbuk berwarna putih atau kekuningan. Biasanya dibuat tablet dengan bentuk bermacam-macam. Penyalahgunaan ekstasi mengakibatkan rasa gembira,banyak bicara,tidak mudah lelah, jantung berdebar-debar, tekanan darah menurun, dan halusinasi.
Ekstasi merupakan turunan amfetamin. Berbentuk serbuk berwarna putih atau kekuningan. Biasanya dibuat tablet dengan bentuk bermacam-macam. Penyalahgunaan ekstasi mengakibatkan rasa gembira,banyak bicara,tidak mudah lelah, jantung berdebar-debar, tekanan darah menurun, dan halusinasi.
4.
Shabu-Shabu
Shabu-shabu berbentuk serbuk mengilap dengan
kristal-kristal kasar mirio garam dapur. Shabu-shabu dihasilkan dari pengolahan
amfetamin dicampur dengan berbagai obat psikotropika. Penyalahgunaan
shabu-shabu mengakibatkan gejala yang sama dengan ekstasi.
5.
Kokain
Kokain berasal dari tanaman coca atau Erythroxylum coca. Kokain
menpunyai sifat anestetik (pembius) dan efek merangsang jaringan otak sentral. Pemakaian
zat ini menimbukan gejala suka bicara, gembira, detak jantung meningkat, demam,
mual, dan halusinasi.
6.
Obat Psikotropika
Obat psikotropika merupakan zat atau obat yang
mengakibatkan perubahan aktivitas mental atau tingkah laku. Beberapa jenis
psikotropika sebagai berikut.
a. Antidepresan
Obat
ini digunakan untuk mengobati rasa tertekan(depresi). Pemakaian obat ini
mengakibatkan bicara kacau, pengendalian diri hilang, dan gejala seperti orang
mabuk. Contoh obat antidepresan yaitu herzox, nopness, dan prozac.
b. Stimulan
Obat ini mengakibatka rasa lelah, sedih, mengantuk, lapar, dan tidak biasa diam. Apabila dikomsumsi terus-menerus, obat ini dapat mengakibatka hipertensi dan menurunkan berat badan. Contoh obat ini yaitu amfetamin.
Obat ini mengakibatka rasa lelah, sedih, mengantuk, lapar, dan tidak biasa diam. Apabila dikomsumsi terus-menerus, obat ini dapat mengakibatka hipertensi dan menurunkan berat badan. Contoh obat ini yaitu amfetamin.
c. Sedativa dan Hipnotika
Obat
ini digunakan sebagai obat penenang atau obat tidur. Pemakaian obat ini
mengakibatkan gelisah lalu mengantuk, malas, daya pikir menurun, dan tindakan
lambat. Contoh obat ini yaitu halcion, LSD, dan mogadon.
2.4 Faktor Penyebab Remaja Memakai Narkoba
Banyak faktor yang menyebabkan seseorang
menjadi pecandu atau penyalahgunaan narkoba antara lain :
1. Akibat rasa ingin tahu atau malah sebagai akibat
ketidaktahuan dimana remaja atau orang tersebut menjadi mudah dijebak atau
terjebak kedalam penyalahguaan narkoba.
2. Seseorang yang suka mengambil resiko
3. Untuk menghilangkan kejenuhan atau kebosanan
4. Melarikan diri dari kejenuhan atau kekecewaan
5. Ingin merasa senang-senang
6. Untuk mendapatkan rasa tenang dikeramaian
7. Menjadi anak gaul, ikut teman atau agaar mendapat teman
atau diakui
kelompoknya.
8. Dan dipengaruhi atau digoda oleh teman-teman yang ingin menjerumuskan.
9. Awal dari perkenalannya dari rokok
Adapun Hasil Wawancara saya pada teman saya
yang pernah memasuki dunia Narkoba yaitu sebagai berikut :
Ia mengaku bahwa teman dekatnya lah yang
memperdaya dirinya untuk meminum barang haram tersebut, pada awalnya ia tidak
mengetahui bahwa obat tersebut adalah obat haram, karena pada saat itu, ia
sedang mengalami pusing dan menceritakan keadaan dirinya pada teman-temannya,
dari situlah ia diberi oleh teman-temannya barang haram tersebut, dan
meminumnya tanpa berpikir apa-apa lagi untuk menyembuhkan sakit kepalanya.
Setelah kejadian tersebut ia mengetahui bahwa obat yang diminumnya adalah obat
haram, walaupun belum ada kecanduan, tetapi ia sudah mengalami banyak kerugian
pada dirinya salah satunya ia sering mengantuk dengan mata merah ketika belajar
dikelas ia tidak bisa konsentrasi terhadap pelajaran yang diberikan guru. Akibatnya
ia gagal dalam pelajaran pada saat itu. Ketika itulah ia bernniat untuk
mengakhiri dunia narkoba itu dan bertobat pada Tuhan yang Maha Esa. .
2.5 Ciri-ciri pemakai
narkoba
a. Fisik
-
Berat badan turun drastis
-
Mata terlihat cekung dan merah, muka pucat, dan bibir kehitam-hitaman
- Tangan penuh dengan bintik-bintik merah, seperti bekas gigitan nyamuk dan
ada tanda bekas luka sayatan. Goresan dan perubahan warna kulit di tempat bekas suntikan
- Buang air besar dan kecil kurang lancar
- Tangan penuh dengan bintik-bintik merah, seperti bekas gigitan nyamuk dan
ada tanda bekas luka sayatan. Goresan dan perubahan warna kulit di tempat bekas suntikan
- Buang air besar dan kecil kurang lancar
-
Sembelit atau sakit perut tanpa alasan yang jelas
b. Emosi
-
Sangat sensitif dan cepat bosan
-
Bila ditegur atau dimarahi, dia malah menunjukkan sikap membangkang
- Emosinya naik turun dan tidak ragu untuk memukul orang atau berbicara kasar
terhadap anggota keluarga atau orang di sekitarnya
- Emosinya naik turun dan tidak ragu untuk memukul orang atau berbicara kasar
terhadap anggota keluarga atau orang di sekitarnya
-
Nafsu makan tidak menentu
c. Perilaku
-
Malas dan sering melupakan tanggung jawab dan tugas-tugas rutinnya
- Menunjukkan sikap tidak peduli dan jauh dari keluarga
- Menunjukkan sikap tidak peduli dan jauh dari keluarga
-
Sering bertemu dengan orang yang tidak dikenal keluarga, pergi tanpa pamit
dan pulang lewat tengah malam
dan pulang lewat tengah malam
-
Suka mencuri uang di rumah, sekolah ataupun tempat pekerjaan dan menggadaikan
barang-barang berharga di rumah. Begitupun dengan barang-barang berharga miliknya, banyak yang hilang
- Selalu kehabisan uang
-
Waktunya di rumah kerapkali dihabiskan di kamar tidur, kloset, gudang, ruang
yang gelap, kamar mandi, atau tempat-tempat sepi
lainnya
-
Takut akan air. Jika terkena akan terasa sakit, karena itu mereka jadi malas
mandi
- Sering batuk-batuk dan pilek berkepanjangan, biasanya terjadi pada saat gejala
putus zat
- Sering batuk-batuk dan pilek berkepanjangan, biasanya terjadi pada saat gejala
putus zat
-
Sikapnya cenderung jadi manipulatif dan tiba-tiba tampak manis bila ada maunya,
seperti saat membutuhkan uang untuk beli obat
-
Sering berbohong dan ingkar janji dengan
berbagai macam alasan
-
Mengalami jantung berdebar-debar
- Sering menguap
-
Mengeluarkan air mata berlebihan
-
Mengeluarkan keringat berlebihan
- Sering mengalami mimpi buruk
- Mengalami nyeri kepala
-
Mengalami nyeri/ngilu sendi-sendi
2.6 Dampak Penyalahgunaan Narkoba
A. Dampak Tidak Langsung Narkoba Yang disalahgunakan
1. Akan banyak
uang yang dibutuhkan untuk penyembuhan dan perawatan
kesehatan pecandu jika tubuhnya rusak digerogoti zat racun.
kesehatan pecandu jika tubuhnya rusak digerogoti zat racun.
2. Dikucilkan dalam masyarakat dan pergaulan orang-orang
baik. Selain itu biasanya
tukang candu narkoba akan bersikap anti sosial.
3. Keluarga akan malu besar karena punya anggota keluarga
yang memakai zat terlarang.
4. Kesempatan belajar
hilang dan mungkin dapat dikeluarkan dari sekolah atau perguruan tinggi
alias DO/Drop out.
5. Tidak dipercaya lagi oleh orang lain karena umumnya
pecandu narkoba akan gemar berbohong dan melakukan tindak kriminal.
6. Dosa akan terus bertambah karena lupa akan kewajiban
Tuhan serta menjalani kehidupan yang dilarang oleh ajaran agamanya.
7. bisa dijebloskan ke dalam tembok derita/penjara yang
sangat menyiksa lahir batin.
B. Dampak Langsung Narkoba Bagi Jasmani
/ Tubuh Manusia
1.
Ganguan pada jantung
2.
Ganguan pada hemoprosik
3.
Ganguan pada traktur urinarius
4.
Ganguan pada otak
5.
Ganguan pada tulang
6.
Ganguan pada pembuluh darah
7.
Ganguan pada endorin
8.
Ganguan pada kulit
9.
Ganguan pada sistem saraf dan sistem percernaan
10.
Ganguan pada paru-paru
11.
Dapat terinfeksi penyakitmenular berbahaya seperti HIV/AIDS, Hepatitis,
Herpes,
TBC, dll
12.
Dan banyak dampak lainnya yang merugikan badan manusia.
C. Dampak Langsung Narkoba bagi
Kejiwaan/Mental Manusia
1.
Menyebabkan depresi mental
2.
Menyebabkan ganguan jiwa berat/psikotik.
3.
Menyebabkan bunuh diri
4.
Menyebabkan melakukan tindak kejahatan, kekerasan dan pengrusakan.
2.7 Cara Mencegah Dari Narkoba
Adapun cara-cara atau tips
yang penulis berikan yaitu :
1. Benbentengi diri
dengan Mendekatkan diri pada Tuhan yang maha kuasa untuk menghindar dari narkoba yang termasuk
perbuatan melanggar agama.
2. Tidak mudah
terpengaruh oleh rayuan atau bujukan dari teman-teman yang akan menjerumuskan kita ke perbuatan dosa
tersebut.
3. Tidak mudah juga terpengaruh oleh pengedar obat-obat
haram tersebut.
4. Selalu bersabar
dalam menghadapi ujian atau cobaan hidup, jika tidak maka kita akan mudah
memasuki kehidupan yang akan menambah beban pula.
5. Berusaha tenang
jika kita menghadapi kekacauan yang ada. Seperti broken home atau permasalahan
yang lainnya.
6. Berusaha tentram
dan tidak egois pada diri sendiri agar tidak menimbulkan masalah yang akan
mengakibatkan kita menjadi tidak tenang.
2.8 Peranan Orang Tua
Peran keluarga
maupun orang tua
sangat besar terhadap pembinaan diri seseorang. Hasil penelitia menunjukkan
bahwa anak-anak nakal dan brandal pada umumnya adalah berasal dari keluarga
yang berantakan (broken home).
Berikut peran orang tua yang
dapat mencegah anak-anaknya ke dalam narkoba :
1. Mengasuh anak dengan baik.
2. Ciptakan suasana yang hangat dan bersahabat.
3. Meluangkan waktu untuk kebersamaan.
4. Orang tua menjadi contoh
yang baik.
5. Menghormati pendapat anak.
6. Memperkuat kehidupan
beragama.
7. Orang tua memahami masalah penyalahgunaan
NAPZA agar dapat berdiskusi dengan anak.
8. Menanamkan
sejak dini pada diri seorang anak bahwa narkoba adalah Haram.
2.9 Peran dan Upaya Sekolah
dalam menanggulangi narkoba
1. Upaya terhadap siswa :
1. Upaya terhadap siswa :
Memberikan pendidikan
kepada siswa tentang bahaya dan akibat penyalahgunaan narkoba
Melibatkan siswa dalam
perencanaan pencegahan dan penanggulangan penyalahgunaan narkoba di sekolah.
Membentuk citra diri yang
positif dan mengembangkan ketrampilan yang positif untuk tetap menghidari dari
pemakaian narkoba dan merokok.
Menyediakan pilihan kegiatan yang bermakna bagi siswa (
ekstrakurikuler ).
Meningkatkan kegiatan
bimbingan konseling.Membantu siswa yang telah menyalahgunakan narkoba untuk
bisa menghentikannya.
Penerapan kehidupan
beragama dalam kegiatan sehari – hari.
2.
Upaya untuk mencegah peredaran narkoba di sekolah :
Razia dengan cara langsung
Melarang orang yang tidak
berkepentingan untuk masuk lingkungan sekolah
Melarang siswa ke luar
sekolah pada jam pelajaran tanpa ijin guru
Membina kerjasama yang baik
dengan berbagai pihak.
Meningkatkan pengawasan
sejak anak itu datang sampai dengan pulang sekolah.
3.
Upaya untuk membina lingkungan sekolah :
Menciptakan suasana
lingkungan sekolah yang sehat dengan membina hubungan yang harmonis antara
pendidik dan anak didik.
Mengupayakan kehadiran guru
secara teratur di sekolah
Sikap keteladanan guru amat
penting
Meningkatkan pengawasan
anak sejak masuk sampai pulang sekolah.
2.10 Peran
Pemerintah Dalam Memberantas Narkoba
Berbagai cara telah dilakukan oleh
pemerintah untuk mencegah peredaran narkoba. cara tersebut antara lain :
1. Mengadakan pengawasan yang ketat terhadap barang barang yang
masuk.
2. Memberikan hukuman
yang berat terhadap pengedar dan pemakai narkoba.
3. Melakukan kerja sama dengan pihak
yang berwenang untuk melakukan penyuluhan tentang bahaya narkoba, atau mungkin
mengadakan razia mendadak secara rutin.
4. Memberikan denda,ancaman atau
hukuman dalam Undang-undang Dasar bagi pemakai
maupun pengedar narkoba.
BAB 3
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Berdasarkan pembahasan yang telah diuraikan dapat disimpulkan
sebagai berikut :
1) Masyarakat perlu menghindari diri dari penyebaran narkoba
1) Masyarakat perlu menghindari diri dari penyebaran narkoba
2) Upaya pemerintah memberikan penyuluhan
tentang penyebaran narkoba
3) Narkoba adalah barang yang sangat
berbahaya dan bisa merusak susunan syaraf yang bisa merubah sebuah kepribadian seseorang
menjadi semakin buruk.
4) Narkoba adalah sumber dari tindakan
kriminalitas yang bisa merusak norma
dan ketentraman umum.
dan ketentraman umum.
5) Menimbulkan
dampak negative yang mempengaruhi pada tubuh baik secara
fisik maupun psikologis.
fisik maupun psikologis.
3.2 Saran
1. Hendaknya masyarakat maupun kalangan remaja peduli tentang kesehatan
2. Pemerintah hendaknya segera mencari solusi agar penyebaran narkoba tidak
terjadi
lagi.
3. Hendaknya Pihak sekolah harus melakukan pengawasan yang ketat terhadap
gerak-gerik
anak didiknya, karena biasanya penyebaran (transaksi) narkoba
sering
terjadi di sekitar lingkungan sekolah.
Yang tak kalah penting adalah, pendidikan moral dan keagamaan harus lebih ditekankan kepada siswa.
Karena salah satu penyebab
terjerumusnya anak-anak ke dalam lingkaran setan ini adalah kurangnya
pendidikan moral dan keagamaan yang mereka serap, sehingga perbuatan tercela
seperti ini pun, akhirnya mereka jalani.
DAFTAR PUSTAKA
Fachril,Yuanita. 2007. Narkoba.
Bandung : C.V Sarana Penunjang Pendidikan
Abadi,Rinawan dan Kusumawati Rohana.
2012. Detik-Detik Ujian Nasional Ilmu
Pengetahuan Alam.
Klaten : Intan Pariwara
Hadiman. 2012. Menghindari Narkoba
Sejak Dini. Jakarta : Badan Kerjasama Sosial Usaha Pembinaan
Warga Tama (BERSAMA).
sebaztianagungprabowo.blogspot.com
zenc.wordpress.com