Aku menyukai setiap bait sajaknya
Kedewasaan itu tertuang jelas disetiap kata demi katanya
Tak usik kadang segelincir senyum kecil penuh angan terlukis saat meresapinya
Kadang pula kegelisahan menghampiri pada kata penuh maknanya
Ya
Selain menyukai kedewasaan itu.
Aku mengaguminya
Ia yang di ruang berbeda namun diwaktu yang sama ..
Kadang dingin penuh arti.
Kadang membatu namun penuh kasih.
Aah aku...
Aku yang mengangumimu sekarang, esok hari dan saat nanti.
Cipt. Merry A.G
27 Jan
Kau yang ada dalam lamunku
Mengingatkan ku pada kita yang tak pernah satu
Entah apa yang membuat kita seperti lika liku yang tak berujung
Namun, sejauh ini..
Hanya raga yang saling mengasihi.
Hanya kumpulan kata2 yang saling menyapa
Hanya kerinduan yang mengangkasa
Kau yang saat ini jauh dari harapan..
Aku tlah diujung perjalanan.
Cipt.Merry. 27 jan
Ada yang bilang bahwa cinta tak harus memiliki.
Ada yang bilang bahagia nya bahagia ku pula
Ada yang bilang pabila kau sangat mencintainya kau harus relakan nya.
Ada yang bilang bahagia nya bahagia ku pula
Ada yang bilang pabila kau sangat mencintainya kau harus relakan nya.
Hal itu, tak dapat dipungkiri lagi.
Berbagai presepsi dunia hanya ingin terlihat baik-baik saja.
Namun apakah mungkin hati akan berdamai pada kalimat itu
Berbagai presepsi dunia hanya ingin terlihat baik-baik saja.
Namun apakah mungkin hati akan berdamai pada kalimat itu
Apakah pikiran dan memorial akan tenang dengan kondisi itu.
Apakah hari mu kan senyaman seperti waktu kau bersama dengan nya.
Aku yang tlah merasakan saat saat itu..
Mendadak seolah dunia tak berdamai denganku
Mendadak
Seolah-olah dunia tak berpihak padaku
Hanya bungkam menjadi pilihan satu-satunya.
Cipt. Merry
:')
Seolah-olah dunia tak berpihak padaku
Hanya bungkam menjadi pilihan satu-satunya.
Cipt. Merry
:')