Jumat, 14 Februari 2020

Sajak-sajak dalam bayangan


Aku menyukai setiap bait sajaknya

Kedewasaan itu tertuang jelas disetiap kata demi katanya

Tak usik kadang segelincir senyum kecil penuh angan terlukis saat meresapinya

Kadang pula kegelisahan menghampiri pada kata penuh maknanya

Ya

Selain  menyukai kedewasaan itu.

Aku mengaguminya

Ia yang di ruang berbeda namun diwaktu yang sama ..

Kadang dingin penuh arti.

Kadang membatu namun penuh kasih.

Aah aku...

Aku yang mengangumimu sekarang, esok hari dan saat nanti.

Cipt. Merry A.G

27 Jan


Kau yang ada dalam lamunku

Mengingatkan ku pada kita yang tak pernah satu

Entah apa yang membuat kita seperti lika liku yang tak berujung

Namun, sejauh ini..

Hanya raga yang saling mengasihi.

Hanya kumpulan kata2 yang saling menyapa

Hanya kerinduan yang mengangkasa

Kau yang saat ini jauh dari harapan..

Aku tlah diujung perjalanan.

Cipt.Merry. 27 jan 

Ada yang bilang bahwa cinta tak harus memiliki.
Ada yang bilang bahagia nya bahagia ku pula
Ada yang bilang pabila kau sangat mencintainya kau harus relakan nya.

Hal itu, tak dapat dipungkiri lagi.
Berbagai presepsi dunia hanya ingin terlihat baik-baik saja.
 Namun apakah mungkin hati akan berdamai pada kalimat itu

Apakah pikiran dan memorial akan tenang dengan kondisi itu.

Apakah hari mu kan senyaman seperti waktu kau bersama dengan nya.

Aku yang tlah merasakan saat saat itu..
Mendadak seolah dunia tak berdamai denganku
Mendadak 
Seolah-olah dunia tak berpihak padaku 
Hanya bungkam menjadi pilihan satu-satunya.
Cipt. Merry
:')